Asfin Nge-Blog

Uneg Uneg dan Isi Pikiran

Archive for June, 2008

Jangan Biarkan Anak Kecil naik Bus

Suatu hari, seorang ibu mengantar anaknya yang baru berusia 5 tahun, naik bis jurusan Surabaya-Denpasar. Ibu berpesan pada pak supir,

Ibu : “Pak, titip anak saya ya. Nanti kalo sampe di Banyuwangi, tolong kasih tau anak saya. ‘Ma kasih ya…”

Sepanjang perjalanan, si anak cerewet sekali. Sebentar-sebentar ia bertanya pada penumpang di sekitarnya,

Anak: “Mas, udah sampe Banyuwangi belom?”

Hari mulai malam dan anak itu masih terus bertanya-tanya. Salah satu penumpang menjawab,

Penumpang: “Belom, nanti kalo sampe dibangunin deh! Kamu tidur aja dulu!”

Tapi si anak tidak mau diam, belakangan dia sampai maju ke depan dan bertanya pada supir untuk kesekian kalinya,

Anak: “Pak, udah sampe Banyuwangi belom?”

Pak Supir yang sudah lelah dengan pertanyaan itu menjawab,

Sopir : “Belom! Tidur aja deh! Nanti kalo sampe Banyuwangi pasti dibangunin!”

Kali ini, si anak tidak bertanya lagi, ia tertidur pulas sekali. Karena suara si anak tidak terdengar lagi, semua orang di dalam bis lupa pada si anak, sehingga ketika melewati Banyuwangi, tidak ada yang membangunkannya. Bahkan sampai menyeberangi selat Bali dan sudah mendarat di Ketapang, Bali, si anak masih tertidur dan tidak bangun-bangun. Tiba-tiba si supir sadar bahwa ia lupa membangunkan si anak. Lalu ia bertanya pada para penumpang,

Sopir: “Bapak-ibu, gimana nih, kita anter balik gak anak ini?”

Para penumpang pun merasa bersalah karena ikut melupakan si anak dan setuju mengantar si anak kembali ke Banyuwangi. Maka kembalilah rombongan bis itu menyeberangi Selat Bali dan mengantar si anak ke Banyuwangi.

Sesampai di Banyuwangi, si anak dibangunkan.

Sopir: “Nak! Udah sampe Banyuwangi nih! Ayo bangun!”

Anak (bangun): “Ohh, udah sampe ya!”

Lalu anak itu membuka tasnya dan mengeluarkan kotak makanannya. Seluruh penumpang bingung.

Sopir (bingung): “Bukannya kamu mau turun di Banyuwangi?”

Anak : “Nggak tuh… kata Mama, kalo udah sampe Banyuwangi, saya boleh makan nasi kotaknya!”

SURAT UNTUK TUHAN

Seorang bocah yang sangat ingin melanjutkan sekolah,tetapi orang tuanya tidak mempunyai uang untuk membiayai sekolahnya.Lagipula ibunya yang sedang sakit membutuhkan biaya untuk membeli obat.

Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada Tuhan :

Kepada Yth
Tuhan
di Surga

Tuhan yang baik, saya mau melanjutkan sekolah, tapi orang tua saya tidak punya uang.
Ibu saya juga sedang sakit, mau beli obat.
Tuhan saya butuh uang Rp 20.000 utk beli obat ibu, Rp 20.000 untuk membayar uang sekolah, Rp 10.000 untuk membayar uang seragam, dan uang buku Rp 10.000. Jadi semuanya Rp 60.000

Terima kasih Tuhan, saya tunggu kiriman uangnya.
Dari : Rio.

Rio pun pergi ke kantor pos untuk mengirim suratnya. Membaca tujuan surat tersebut, petugas kantor pos merasa iba melihat Rio, sehingga tidak tega mengembalikan suratnya.

Bingung mau di kemanain surat itu, akhirnya petugas pos itu menyerahkannya ke kantor polisi terdekat. Membaca isi surat itu, Komandan polisi merasa iba dan tergerak hatinya utk menceritakan hal tsb kepada anak buahnya. Walhasil, para polisi pun mengumpulkan dana utk di berikan ke Rio, tetapi dana yang terkumpul hanya Rp 55.000,-

Sang Komandan pun memasukan uang yang terkumpul ke dalam amplop, menuliskan
keterangan : ” Dari Tuhan di Surga ” dan menyerahkan ke anak buahnya utk di kembalikan ke Rio.
Menerima uang tsb, Rio merasa sangat senang permintaannya terkabul, walaupun yang di terima hanya Rp 55.000,-. Rio pun bergegas mengambil kertas dan pensil, dan mulai menulis surat lagi :
“TUHAN LAIN KALI KALO MAU KIRIM UANG, JANGAN LEWAT POLISI,
KARENA KALO LEWAT POLISI DI POTONG RP 5.000,-”:

Capeeee Deeeech!!!

Boss bicara dengan sekretarisnya: “Seminggu kita pergi untuk perjalanan dinas, tolong siap-siap.”

Sekretaris telepon suaminya: “Mas, saya mau berangkat untuk perjalanan dinas, hati-hati di rumah ya.”

Suami telepon kekasih gelapnya: “Istriku mau berangkat seminggu, kau ada waktu?”

Kekasih gelap bilang terhadap anak kursusnya: “Nak, ibu punya banyak kerjaan selama seminggu, kursus ditiadakan selama seminggu.”

Anak kursus bilang terhadap kakeknya: “Kek, seminggu tidak ada kursus, gurunya sibuk. Ayo kita jalan-jalan. ”

Kakek (=Boss) telepon sekretarisnya: “Minggu ini saya mau jalan-jalan sama cucu saya, meeting dibatalkan.”

Sekretaris telepon suaminya: “Bossnya ada kerjaan rumah yang mendadak,tripnya dibatalkan Mas.”

Suami bilang kekasih gelapnya: “Kau tak bisa datang, istriku tak jadi pergi.”

Kekasih gelap telepon anak kursusnya : “Nak, kursus minggu ini berjalan seperti biasa.”

Anak kursus bilang sama kakeknya: “Kek, guruku bilang kursus berjalan normal. Kakek jalan sendiri aja.”

Kakek bilang sama sekretarisnya: “Minggu ini kita atur perjalanan dinas lagi. Kamu siap-siap, yah!”

100 dech…