<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Asfin Nge-Blog</title>
	<atom:link href="http://asfin.balikpapanweb.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://asfin.balikpapanweb.net</link>
	<description>Uneg Uneg dan Isi Pikiran</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Dec 2011 08:56:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Merubah Urutan Boot GRUB pada Ubuntu 9.10</title>
		<link>http://asfin.balikpapanweb.net/2010/05/merubah-urutan-boot-grub-pada-ubuntu-9-10/</link>
		<comments>http://asfin.balikpapanweb.net/2010/05/merubah-urutan-boot-grub-pada-ubuntu-9-10/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 May 2010 00:58:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asfin</dc:creator>
				<category><![CDATA[DuNia LiNuX]]></category>
		<category><![CDATA[Topik Umum]]></category>
		<category><![CDATA[grub]]></category>
		<category><![CDATA[karmic koala]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asfin.balikpapanweb.net/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[image of MG-880 CDMA modem
mula-mula saya rada surprise karena ternyata struktur peletakan setting grub nya berubah dan juga nama filenya antara ubuntu 9.10 dengan yg sebelumnya. apalagi ternyata file grub.cfg ini sangat restricted CHMODnya dan bahkan ada tulisan # DO NOT EDIT THIS FILE # jika kita sudah bisa merubah setting chmod dan memaksa membukanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_97" class="wp-caption alignleft" style="width: 110px"><a href="http://asfin.balikpapanweb.net/wp-content/uploads/2008/11/mg_880_b.png"><img class="size-full wp-image-97" title="mg_880_b" src="http://asfin.balikpapanweb.net/wp-content/uploads/2008/11/mg_880_b.png" alt="" width="100" height="194" /></a><p class="wp-caption-text">image of MG-880 CDMA modem</p></div>
<p>mula-mula saya rada surprise karena ternyata struktur peletakan setting grub nya berubah dan juga nama filenya antara ubuntu 9.10 dengan yg sebelumnya. apalagi ternyata file grub.cfg ini sangat restricted CHMODnya dan bahkan ada tulisan # DO NOT EDIT THIS FILE # jika kita sudah bisa merubah setting chmod dan memaksa membukanya menggunakan editor.</p>
<p>banyak cara saya temukan di internet yang memang menyarankan untuk merubah langsung setting pada file grub.cfg ini.</p>
<p>dan menurut saya memang langkah ini bisa dilakukan tp sebenarnya mungkin menurut ubuntu ini adalah cara yg tidak dianjurkan. (itulah mengapa file grub.cfg CHMODnya sangat restricted. saya berpikir, apa mungkin ada cara lain yang memang lebih dianjurkan tanpa melanggar peringatan ubuntu ini&#8230;he..he&#8230;</p>
<p>akhirnya setelah utak-atik sana sini didapatlah ini :</p>
<p>langkah yang benar adalah. :</p>
<p>1. edit file di /etc/default/grub              &#8212;&#8212;&#8212;-&gt;grub = nama filenya<br />
dengan perintah :<br />
sudo gedit /etc/default/grub</p>
<p>2. lalu untuk merubah default boot nya rubahlah angka pada item :<br />
GRUB_DEFAULT=&#8230;&#8230;&#8230;        (isilah angka defaultnya pada titik2 tsb)<br />
lalu di save.</p>
<p>untuk memindahkan setting tsb ke grub.cfg maka kita lakukan :</p>
<p>3. Buka Terminal dan ketikkan perintah :<br />
sudo update-grub</p>
<p>maka file grub.cfg akan dirubah sesuai dengan setting yg kita atur pada /etc/default/grub tersebut.</p>
<p>that&#8217;s it. semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asfin.balikpapanweb.net/2010/05/merubah-urutan-boot-grub-pada-ubuntu-9-10/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Internetan Unlimited Pakai Flexi</title>
		<link>http://asfin.balikpapanweb.net/2009/09/internetan-unlimited-pakai-flexi/</link>
		<comments>http://asfin.balikpapanweb.net/2009/09/internetan-unlimited-pakai-flexi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2009 15:42:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asfin</dc:creator>
				<category><![CDATA[DuNia LiNuX]]></category>
		<category><![CDATA[IT InFO]]></category>
		<category><![CDATA[Topik Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asfin.balikpapanweb.net/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata tanpa gembar-gembor yang luas. flexi mempunyai fasilitas baru yaitu Flexi-net unlimited bagi pengguna Flexi classy maupun trendy. mulai berlaku dari tanggal 1 agustus 2009 s/d 31 Oktober 2009.
layanan ini terbagi dalam beberapa paket yaitu :
1. Paket Harian. dengan charge Rp. 2.500 (utk Flexi Trendy) atau Rp.2.250 (utk Flexi Classy) per hari (24 jam) dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ternyata tanpa gembar-gembor yang luas. flexi mempunyai fasilitas baru yaitu Flexi-net unlimited bagi pengguna Flexi classy maupun trendy. mulai berlaku dari tanggal 1 agustus 2009 s/d 31 Oktober 2009.</p>
<p>layanan ini terbagi dalam beberapa paket yaitu :</p>
<p>1. Paket Harian. dengan charge Rp. 2.500 (utk Flexi Trendy) atau Rp.2.250 (utk Flexi Classy) per hari (24 jam) dengan carapendaftaran mengirim SMS : <b>reg</b>&lt;spasi&gt;<b>harian</b> Kirim ke <b>2255</b> </p>
<p>2. Paket Mingguan. dengan charge Rp.15.000 (utk Flexi Trendy) atau Rp.13.500 (utk Flexi Classy) per Minggu (7 hari) dengan cara pendaftaran mengirim SMS ke : <b>reg&lt;spasi&gt;mingguan</b> Kirim ke <b>2255</b></p>
<p>pada saat anda sudah melakukan pendaftaran, maka biasanya akan adan SMS konfirmasi yang memberitahukan paket unlimited ini sudah diaktifkan. dan kita <b>akan di berikan Username dan password khusus</b> untuk dipergunakan dalam melakukan login jaringan internet.</p>
<p>kedua paket ini akan di lanjutkan otomatis setiap paket expired. maka terumata untuk pengguna trendy, pastikan pulsa anda mencukupi untuk meneruskan paket unlimited ini.</p>
<p>kedua paket ini dapat berhenti berlangganan kapanpun anda mau dengan cara mengirim SMS : <b>STOP</b> kirim ke <b>2255</b></p>
<p>untuk info lebih jelasnya, bisa mengakses ke : http://www.telkomflexi.com/products/index.php?page=Mjk=&amp;id=MTE5</p>
<p>ok. slamat menggunakan</p>
<p>Technorati Tags: <a class="performancingtags" href="http://technorati.com/tag/flexi" rel="tag">flexi</a>, <a class="performancingtags" href="http://technorati.com/tag/telkomnet" rel="tag">telkomnet</a>, <a class="performancingtags" href="http://technorati.com/tag/unlimited" rel="tag">unlimited</a>, <a class="performancingtags" href="http://technorati.com/tag/internet" rel="tag">internet</a>, <a class="performancingtags" href="http://technorati.com/tag/telkom" rel="tag">telkom</a>, <a class="performancingtags" href="http://technorati.com/tag/classy" rel="tag">classy</a>, <a class="performancingtags" href="http://technorati.com/tag/trendy" rel="tag">trendy</a></p>
<div class="zemanta-pixie"><img class="zemanta-pixie-img" alt="" src="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=10e38c0a-f9f6-88b2-af72-d00cad1e8f3e" /></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asfin.balikpapanweb.net/2009/09/internetan-unlimited-pakai-flexi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Garam &amp; Telaga</title>
		<link>http://asfin.balikpapanweb.net/2009/08/garam-telaga/</link>
		<comments>http://asfin.balikpapanweb.net/2009/08/garam-telaga/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 13:43:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asfin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Bijak]]></category>
		<category><![CDATA[Topik Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asfin.balikpapanweb.net/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia. Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia. Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan.<br />
&#8220;Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..&#8221;, ujar Pak tua itu.<br />
&#8220;Pahit. Pahit sekali&#8221;, jawab sang tamu, sambil meludah kesamping. Pak Tua itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu. Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu.<br />
&#8220;Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah. Saat tamu itu selesai mereguk air itu,<br />
Pak Tua berkata lagi, &#8220;Bagaimana rasanya?&#8221;.<br />
&#8220;Segar&#8221;, sahut tamunya.<br />
&#8220;Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?&#8221;, tanya Pak Tua lagi.<br />
&#8220;Tidak&#8221;, jawab si anak muda.<br />
Dengan bijak, Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu.<br />
&#8220;Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama. Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.&#8221;<br />
Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasehat. &#8220;Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.&#8221;<br />
Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan &#8220;segenggam garam&#8221;, untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asfin.balikpapanweb.net/2009/08/garam-telaga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Titip Ibuku Yaa ALLAH&#8230;&#8230;&#8230;</title>
		<link>http://asfin.balikpapanweb.net/2009/02/titip-ibuku-yaa-allah/</link>
		<comments>http://asfin.balikpapanweb.net/2009/02/titip-ibuku-yaa-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2009 04:28:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asfin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Bijak]]></category>
		<category><![CDATA[Topik Umum]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[bijak]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[child]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[orangtua]]></category>
		<category><![CDATA[parent]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asfin.balikpapanweb.net/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[&#8221; Nak, bangun&#8230; udah adzan subuh. Sarapanmu udah ibu siapin di meja&#8230;&#8221;
Tradisi ini sudah berlangsung 20 tahun, sejak pertama kali aku bisa mengingat. Kini usiaku sudah kepala 3 dan aku jadi seorang karyawan disebuah Perusahaan Pertambangan, tapi kebiasaan Ibu tak pernah berubah.
&#8221; Ibu sayang&#8230; ga usah repot-repot Bu, aku dan adik-adikku udah dewasa&#8221; pintaku pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8221; Nak, bangun&#8230; udah adzan subuh. Sarapanmu udah ibu siapin di meja&#8230;&#8221;<br />
Tradisi ini sudah berlangsung 20 tahun, sejak pertama kali aku bisa mengingat. Kini usiaku sudah kepala 3 dan aku jadi seorang karyawan disebuah Perusahaan Pertambangan, tapi kebiasaan Ibu tak pernah berubah.</p>
<p>&#8221; Ibu sayang&#8230; ga usah repot-repot Bu, aku dan adik-adikku udah dewasa&#8221; pintaku pada Ibu pada suatu pagi. Wajah tua itu langsung berubah. Pun ketika Ibu mengajakku makan siang di sebuah restoran. Buru-buru kukeluarkan uang dan kubayar semuanya. Ingin kubalas jasa Ibu selama ini dengan hasil keringatku.<br />
<span id="more-112"></span><br />
Raut sedih itu tak bisa disembunyikan. Kenapa Ibu mudah sekali sedih ?<br />
Aku hanya bisa mereka-reka, mungkin sekarang fasenya aku mengalami kesulitan memahami Ibu karena dari sebuah artikel yang kubaca &#8230;<br />
orang yang lanjut usia bisa sangat sensitive dan cenderung untuk bersikap kanak-kanak &#8230;..<br />
tapi entahlah&#8230;.<br />
Niatku ingin membahagiakan malah membuat Ibu sedih. Seperti biasa, Ibu tidak akan pernah mengatakan apa-apa</p>
<p>Suatu hari kuberanikan diri untuk bertanya,</p>
<p>&#8221; Bu, maafin aku kalau telah menyakiti perasaan Ibu. Apa yang bikin Ibu sedih ? &#8221;<br />
Kutatap sudut-sudut mata Ibu, ada genangan air mata di sana. Terbata-bata Ibu berkata,</p>
<p>&#8221; Tiba-tiba Ibu merasa kalian tidak lagi membutuhkan Ibu. Kalian sudah dewasa, sudah bisa menghidupi diri sendiri. Ibu tidak boleh lagi menyiapkan sarapan untuk kalian, Ibu tidak bisa lagi jajanin kalian. Semua sudah bisa kalian lakukan sendiri &#8221;</p>
<p>Ah, Ya Allah, ternyata buat seorang Ibu .. bersusah payah melayani putra-putrinya adalah sebuah kebahagiaan.</p>
<p>Satu hal yang tak pernah kusadari sebelumnya. Niat membahagiakan bisa jadi malah membuat orang tua menjadi sedih karena kita tidak berusaha untuk saling membuka diri melihat arti kebahagiaan dari sudut pandang masing-masing.<br />
Diam-diam aku bermuhasabah. ..<br />
Apa yang telah kupersembahkan untuk Ibu dalam usiaku sekarang ?<br />
Adakah Ibu bahagia dan bangga pada putera putrinya ?<br />
Ketika itu kutanya pada Ibu, Ibu menjawab,</p>
<p>&#8221; Banyak sekali nak kebahagiaan yang telah kalian berikan pada Ibu. Kalian tumbuh sehat dan lucu ketika bayi adalah kebahagiaan. Kalian berprestasi di sekolah adalah kebanggaan buat Ibu. Kalian berprestasi di pekerjaan adalah kebanggaan buat Ibu. Setelah dewasa, kalian berprilaku sebagaimana seharusnya seorang hamba, itu kebahagiaan buat Ibu. Setiap kali binar mata kalian mengisyaratkan kebahagiaan di situlah kebahagiaan orang tua.&#8221;</p>
<p>Lagi-lagi aku hanya bisa berucap, &#8221; Ampunkan aku ya Allah kalau selama ini sedikit sekali ketulusan yang kuberikan kepada Ibu. Masih banyak alasan ketika Ibu menginginkan sesuatu. &#8221;<br />
Betapa sabarnya Ibuku melalui liku-liku kehidupan. Sebagai seorang wanita karier seharusnya banyak alasan<br />
yang bisa dilontarkan Ibuku untuk &#8220;cuti&#8221; dari pekerjaan rumah atau menyerahkan tugas itu kepada pembantu.<br />
Tapi tidak! Ibuku seorang yang idealis. Menata keluarga, merawat dan mendidik anak-anak adalah hak prerogatif seorang ibu yang takkan bisa dilimpahkan kepada siapapun. Pukul 3 dinihari Ibu bangun dan membangunkan kami untuk tahajud. Menunggu subuh Ibu ke dapur menyiapkan sarapan<br />
sementara aku dan adik-adik sering tertidur lagi&#8230;<br />
Ah, maafin kami Ibu &#8230; 18 jam sehari sebagai &#8220;pekerja&#8221; seakan tak pernah membuat Ibu lelah..<br />
Sanggupkah aku ya Allah ?</p>
<p>&#8221; Nak&#8230; bangun nak, udah azan subuh .. sarapannya udah Ibu siapin dimeja.. &#8221;<br />
Kali ini aku lompat segera.. kubuka pintu kamar dan kurangkul Ibu sehangat mungkin,kuciumi pipinya yang mulai keriput, kutatap matanya lekat-lekat dan kuucapkan,</p>
<p>&#8221; Terimakasih Ibu, aku beruntung sekali memiliki Ibu yang baik hati, ijinkan aku membahagiakan Ibu&#8230;&#8221;.<br />
Kulihat binar itu memancarkan kebahagiaan. ..<br />
Cintaku ini milikmu, Ibu&#8230;<br />
Aku masih sangat membutuhkanmu. ..<br />
Maafkan aku yang belum bisa menjabarkan arti kebahagiaan buat dirimu..</p>
<p>Sahabat.. tidak selamanya kata sayang harus diungkapkan dengan kalimat&#8221;aku sayang padamu&#8230; &#8220;,</p>
<p>namun begitu, Rasulullah menyuruh kita untuk menyampaikan rasa cinta yang kita punya kepada orang yang kita cintai karena Allah.</p>
<p>Ayo kita mulai dari orang terdekat yang sangat mencintai kita &#8230;<br />
Ibu dan ayah walau mereka tak pernah meminta dan mungkin telah tiada. Percayalah.. . kata-kata itu akan membuat mereka sangat berarti dan bahagia.</p>
<p>Wallaahua&#8217;lam &#8230;</p>
<p>&#8220;Ya Allah, cintai Ibuku, beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakan ibu&#8230;, dan jika saatnya nanti Ibu Kau panggil, panggillah dalam keadaan khusnul khatimah. Ampunilah segala dosa-dosanya dan sayangilah ia sebagaimana ia menyayangi aku selagi aku kecil &#8221;</p>
<p><strong>&#8220;Titip Ibuku Yaa Allah&#8221;</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asfin.balikpapanweb.net/2009/02/titip-ibuku-yaa-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hari Raya Imlek</title>
		<link>http://asfin.balikpapanweb.net/2009/01/hari-raya-imlek/</link>
		<comments>http://asfin.balikpapanweb.net/2009/01/hari-raya-imlek/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2009 07:39:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asfin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Event]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asfin.balikpapanweb.net/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[[ 26 January, 2009; 1:00 am; ] Selamat Hari Raya Imlek bagi Etnis Tionghoa yang merayakannya.

GONG XI FAT CHOI]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table class="ec3_schedule"><tr><td colspan="3">26 January, 2009</td></tr><tr><td colspan="3">1:00 am</td></tr></table><p>Selamat Hari Raya Imlek bagi Etnis Tionghoa yang merayakannya.</p>
<p>GONG XI FAT CHOI</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asfin.balikpapanweb.net/2009/01/hari-raya-imlek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

