Asfin Nge-Blog

Uneg Uneg dan Isi Pikiran

Titip Ibuku Yaa ALLAH………

” Nak, bangun… udah adzan subuh. Sarapanmu udah ibu siapin di meja…”
Tradisi ini sudah berlangsung 20 tahun, sejak pertama kali aku bisa mengingat. Kini usiaku sudah kepala 3 dan aku jadi seorang karyawan disebuah Perusahaan Pertambangan, tapi kebiasaan Ibu tak pernah berubah.

” Ibu sayang… ga usah repot-repot Bu, aku dan adik-adikku udah dewasa” pintaku pada Ibu pada suatu pagi. Wajah tua itu langsung berubah. Pun ketika Ibu mengajakku makan siang di sebuah restoran. Buru-buru kukeluarkan uang dan kubayar semuanya. Ingin kubalas jasa Ibu selama ini dengan hasil keringatku.
Read the rest of this entry »

Jangan Biarkan Anak Kecil naik Bus

Suatu hari, seorang ibu mengantar anaknya yang baru berusia 5 tahun, naik bis jurusan Surabaya-Denpasar. Ibu berpesan pada pak supir,

Ibu : “Pak, titip anak saya ya. Nanti kalo sampe di Banyuwangi, tolong kasih tau anak saya. ‘Ma kasih ya…”

Sepanjang perjalanan, si anak cerewet sekali. Sebentar-sebentar ia bertanya pada penumpang di sekitarnya,

Anak: “Mas, udah sampe Banyuwangi belom?”

Hari mulai malam dan anak itu masih terus bertanya-tanya. Salah satu penumpang menjawab,

Penumpang: “Belom, nanti kalo sampe dibangunin deh! Kamu tidur aja dulu!”

Tapi si anak tidak mau diam, belakangan dia sampai maju ke depan dan bertanya pada supir untuk kesekian kalinya,

Anak: “Pak, udah sampe Banyuwangi belom?”

Pak Supir yang sudah lelah dengan pertanyaan itu menjawab,

Sopir : “Belom! Tidur aja deh! Nanti kalo sampe Banyuwangi pasti dibangunin!”

Kali ini, si anak tidak bertanya lagi, ia tertidur pulas sekali. Karena suara si anak tidak terdengar lagi, semua orang di dalam bis lupa pada si anak, sehingga ketika melewati Banyuwangi, tidak ada yang membangunkannya. Bahkan sampai menyeberangi selat Bali dan sudah mendarat di Ketapang, Bali, si anak masih tertidur dan tidak bangun-bangun. Tiba-tiba si supir sadar bahwa ia lupa membangunkan si anak. Lalu ia bertanya pada para penumpang,

Sopir: “Bapak-ibu, gimana nih, kita anter balik gak anak ini?”

Para penumpang pun merasa bersalah karena ikut melupakan si anak dan setuju mengantar si anak kembali ke Banyuwangi. Maka kembalilah rombongan bis itu menyeberangi Selat Bali dan mengantar si anak ke Banyuwangi.

Sesampai di Banyuwangi, si anak dibangunkan.

Sopir: “Nak! Udah sampe Banyuwangi nih! Ayo bangun!”

Anak (bangun): “Ohh, udah sampe ya!”

Lalu anak itu membuka tasnya dan mengeluarkan kotak makanannya. Seluruh penumpang bingung.

Sopir (bingung): “Bukannya kamu mau turun di Banyuwangi?”

Anak : “Nggak tuh… kata Mama, kalo udah sampe Banyuwangi, saya boleh makan nasi kotaknya!”