Asfin Nge-Blog

Uneg Uneg dan Isi Pikiran

Keunggulan Teknologi Indonesia

Alkisah di abad 22 arkeolog dari Amerika, Inggris dan Indonesia berlomba-lomba untuk menemukan peninggalan jaman lalu yg menunjukkan keunggulan teknologi mereka saat itu.

Arkeolog amerika melakukan penggalian di negaranya. pada kedalaman 50 meter dari penggalian, mereka menemukan potongan2 tembaga seperti rambut. hasil penemuan itu mereka umumkan dan mengklaim
“dari kedalaman ditemukan diperkirakan benda ini dari abad 20. dan ini adalah kabel telpon. kami mengklaim bahwa kami sudah bisa berkomunikasi jarak jauhdengan menggunakan kawat.”

Arkeolog inggris tidak mau kalah, mereka jg menggali di negaranya. pada kedalaman yg sama, sekitar 50 meter, mereka menemukan serpihan-serpihan kaca. dengan yakinnya mereka berkata “teknologi kami lebih unggul, karena pada abad ke 20 kami sudah berkomunikasi menggunakan fiber optic (serat gelas)”
Read the rest of this entry »

Menilai Sekretaris Dan Atasannya

Disusun dan ditulis oleh pakar dalam bidang ini

Dalam lingkungan kantor, kita sering melihat berbagai macam sifat dan karakter manusia. Kadangkala kita sulit membaca karakter-karakter mereka, berikut adalah sedikit karakter dan sifat dari karyawan kantor, dalam hal ini saya coba fokuskan pada sekretaris dan atasannya agar kita tidak salah tanggap tentang prilaku mereka.

Sekretaris baik – “Pak, saya ketikin ya?”
Sekretaris genit – “Pak, saya kitikin ya?”

Boss baik – “Mau dong!”
Boss nakal – “Maauu dooooongng.”

Sekretaris baik – Duduk di kursi
Sekretaris genit – Duduk di lengan-kursi

Boss baik – Menarik nafas bila melihat sesuatu yang tidak benar
Boss nakal – Menarik nafas bila melihat sekretaris yang “tidak benar”
Read the rest of this entry »

Jangan Biarkan Anak Kecil naik Bus

Suatu hari, seorang ibu mengantar anaknya yang baru berusia 5 tahun, naik bis jurusan Surabaya-Denpasar. Ibu berpesan pada pak supir,

Ibu : “Pak, titip anak saya ya. Nanti kalo sampe di Banyuwangi, tolong kasih tau anak saya. ‘Ma kasih ya…”

Sepanjang perjalanan, si anak cerewet sekali. Sebentar-sebentar ia bertanya pada penumpang di sekitarnya,

Anak: “Mas, udah sampe Banyuwangi belom?”

Hari mulai malam dan anak itu masih terus bertanya-tanya. Salah satu penumpang menjawab,

Penumpang: “Belom, nanti kalo sampe dibangunin deh! Kamu tidur aja dulu!”

Tapi si anak tidak mau diam, belakangan dia sampai maju ke depan dan bertanya pada supir untuk kesekian kalinya,

Anak: “Pak, udah sampe Banyuwangi belom?”

Pak Supir yang sudah lelah dengan pertanyaan itu menjawab,

Sopir : “Belom! Tidur aja deh! Nanti kalo sampe Banyuwangi pasti dibangunin!”

Kali ini, si anak tidak bertanya lagi, ia tertidur pulas sekali. Karena suara si anak tidak terdengar lagi, semua orang di dalam bis lupa pada si anak, sehingga ketika melewati Banyuwangi, tidak ada yang membangunkannya. Bahkan sampai menyeberangi selat Bali dan sudah mendarat di Ketapang, Bali, si anak masih tertidur dan tidak bangun-bangun. Tiba-tiba si supir sadar bahwa ia lupa membangunkan si anak. Lalu ia bertanya pada para penumpang,

Sopir: “Bapak-ibu, gimana nih, kita anter balik gak anak ini?”

Para penumpang pun merasa bersalah karena ikut melupakan si anak dan setuju mengantar si anak kembali ke Banyuwangi. Maka kembalilah rombongan bis itu menyeberangi Selat Bali dan mengantar si anak ke Banyuwangi.

Sesampai di Banyuwangi, si anak dibangunkan.

Sopir: “Nak! Udah sampe Banyuwangi nih! Ayo bangun!”

Anak (bangun): “Ohh, udah sampe ya!”

Lalu anak itu membuka tasnya dan mengeluarkan kotak makanannya. Seluruh penumpang bingung.

Sopir (bingung): “Bukannya kamu mau turun di Banyuwangi?”

Anak : “Nggak tuh… kata Mama, kalo udah sampe Banyuwangi, saya boleh makan nasi kotaknya!”